Sunday, 22 May 2011

Gadis Habuan Seks


AISYA adalah seorang perempuan diantara Anto dan Markus, dua orang laki2 yang mengapitnya. Seorang gadis alim aktifis BEM dikampusnya, berparas cantik, kulit putih dan tubuh montok yang selalu tertutup oleh jilbab lebar dan pakaian muslimah yang longgar dan santun. Matanya yang indah dah lentik nampak sayu, tak kuasa menahan gejolak rasa yang sedang ia rasakan, dari sentuhan2 dua orang laki2 yang mengapitnya. Gadis alim itu tak kuasa melawan gejolak yang diakibatkan sentuhan2 dua orang laki2 dikiri dan kanannya. Bibirnya yang tipis sedikit terbuka, mendesahkan rintihan-rintihan birahi, dan sedikit kata2 penolakan yang tak berarti. Sang dara berjilbab itu sudah hanyut dalam permainan dua laki2 kotor yang berbafsu padanya.


Malam itu, Aisya sang gadis alim yang santun itu sebenarnya mendapat undangan rapat mendadak persiapan mahasiswa baru di kampusnya, namun saat ia sampai di kAntor BEM, ternyata disana hanya ada Anto, sang ketua BEM, dan Markus, si pejantan kampus dari Irian, yang tahun ini bertugas menjadi ketua keamanan kampus. "lainnya mana pak Anto? Mas kholid? Mbak Sari? Mbak Yulia?" tanya Aisya pada Anto. "Mereka ijin nggak bisa datang. Ada acara." Kata Anto. Aisya hanya mengangguk2 percaya. Bagaimana tidak, Anto, ketua BEM itu sudah sangat lama menjadi seorang yang Aisya idamkan. Ketampanan dan kedewasaan Anto yang membuat Aisya menaruh hati padanya. Anto bukannya tidak tahu hal itu, tapi tanpa sepengetahuan Aisya, Anto sesungguhnya adalah seorang playboy yang sangat handal. Sudah banyak wanita baik yang menjadi korban sang ketua BEM itu, dari yang anak gaul sampai anak rohis jang berjilbab besar di kampus nya. Dan target Anto selanjutnya adalah Aisya. undangan rapat itu juga sebenarnya hanya akal2an Anto dan Markus, karena yang diundang sebenarnya hanya Aisya.

Rapat yang terjadi ternyata menyita waktu 3 jam, sampai sekitar pukul 10 malam. Diluar gedung, butir2 besar air hujan mengucur deras membasahi bumi. Setelah rapat selesai, belum ada tanda2 hujan akan reda. Aisya hendak nekat pulang dibawah guyuran hujan deras, namun dengan lembut Anto menahannya dan memintanya untuk menunggu barang sebentar lagi. Gadis alim itu termakan rayuan Anto, dan menyetujuinya.

Beberapa saat kemudian, dua insan itu sudah terlibat percakapan yang hangat. Mereka tidak mengetahui Markus yang keluar. Saat2 berlalu, percakapan kedua insan berlainan jenis itu semakin menuju kearah BEMbicaraan pribadi, dan Aisya, sang gadis alim yang lugu semakin larut kedalam rayuan hebat Anto, ketua BEM yang playboy itu. Pipi mulus Aisya sedikit2 terlihat merona merah karena rayuan Markus. Bibir indahnyapun sedikit2 tersenyum simpul, tertipu malu. Perlahan tangan Anto mendekat ke Aisya, dan dengan lembut meraih tangan Aisya. Aisya sedikit terkejut, namun gadis alim itu tidak menarik tangannya. Ia hanya tersipu malu.

"aku mau jujur sama dik Aisya... aku sayang sama dik Aisya..." kata Anto. Tangannya menggenggam erat dan meremas2 tangan Aisya. Aisya terdiam. Wajahnya merah padam karena malu. Tapi saat itu Markus datang. Aisya salah tingkah dan hendak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Anto, namun Anto melarangnya. Senyum menenangkan dari Anto membuat gadis lugu yang alim itu tenang. Markus mendekati mereka beredua dan memberikan dua gelas susu panas. "untuk teman dingin2." Kata Markus. Segera Anto menerima gelas berisi susu yang diberikan Marku padanya,s ementara Aisya menerima yang satu lagi. Setelah senyum2 sedikit dengan Anto, Markus segera menjauh dari Aisya dan Anto, duduk disudut ruangan, dan membuka laptopnya. Aisya dan Anto meneruskan perbincangan mesra mereka. Posisi duduk mereka semakin dekat satu sama lain, didepan komputer milik BEM.

Tak lama, Aisya merasakan tubuhnya agak panas, dan kepalanya terasa ringan. Gadis lugu itu tak tahu apa yang terjadi, namun yang pasti, ia merasakan didalam tubuhnys eolah ada sedikit gejolak2 yang aneh dan belum pernah ia rasakan, namun ia coba menafikkannya, karena ia mengira rasa itu hanya dari dalam dirinya saja. Ternyata, tanpa sepengetahuan Aisya, Markus telah memberi obat perangsang pada minuman susu yang Aisya minum. Obat itu tidak terlalu keras, namun sang peminumnya pasti tak bisa menolak gairah2 seks yang terjadi.

Tanpa terasa, posisi duduk Aisya sudah sangat dekat dengan Anto, dan tanpa Aisya sadari, tangan Anto sudah merentang dan merangkul Aisya lembut. Gadis alim itu tak mampu menolak, karena gairah yang ia rasakan terus meninggi, dan ditambah perasaan cintanya pada Anto. "aku ingin cium kamu..." bisik Anto lembut. Wajah Aisya terlihat kembali memerah. Aisya hanya bisa menggeleng pelan. Untuk mengatakan "tidak", ia tak mampu, karena perasaannya pada Anto menginginkannya. Walaupun Aisya menggeleng namun Anto tetap mendekatkan bibirnya ke pipi Aisya. Aisya berusaha mengelak dengan halus, namun Anto tetap terus maju, sampai akhirnya bersentuhanlah bibir Anto dan pipi mulus Aisya. Aisya hanya bisa mendesah lirih. Setelah berhasil mencium untuk pertama kalinya, ciuman kedua tidak mengalami halangan yang berarti. Bahkan di ciuman ketiga, Aisya memejamkan matanya. Gadis berjilbab lebar itu tak mampu menahan gejolak birahinya yang semakin meninggi.

Dan jadilah, seorang gadis alim yang memakai jilbab lebar, sedah merintih dan mendesah dirangsang oleh sang ketua BEM. Sementara Anto terus menciumi Aisya yang masih terus mendesah, Markus mendekat dan mengambil posisi disisi Aisya yang lain. Anto, yang merangkul dan menciumi pipi gadis alim itu, kini mulai mengulurkan tangan yang satu lagi untuk mengusap2 paha Aisya yang masih tertutup rok panjang. Terdengar desahan Aisya semakin kencang saat tangan kiri Anto naik sampai atas, ke pangkal paha Aisya, sang gadis berjilbab yang sedang birahi.

Tangan Anto tak sampai ditiu. Ia menaikkan tangannya keatas, mengusap2 daerah dada Aisya. Gadis alim itu merasakan ngilu dan nikmat di puting Aisya , dan membuat Aisya merintih semakin kencang. Kemudian, "Antooo... janganmmhh...," Aisya merintih semakin kencang. "enak ya sya? Mau yang lebih enak lagi?" perlahan Markus menarik Aisya dan perlahan Anto melepaskan gadis alim yang cantik itu. Markus memeluk Aisya , tangannya Aisya rasakan menyentuh dada Aisya dan mengusap-usapnya lalu meremas-remas buah dada gadis berjilbab itu dari luar baju longgar dan jilbabnya.

Sesaat Aisya terdiam menahan nafas dan agak terkaget dengan sentuhan Markus. Gadis alim itu merasakan putingnya mengeras dan menegang membuat aliran darah Aisya terangsang keseluruh tubuh. Rasanya ngilu dan nikmat membuat seluruh tubuh gadis alim yang cantik itu merinding dan lemas. Perlahan mengalir ketonjolan didekat saluran kencingnya. Kemudian Aisya rasakan bibir memek dan anus Aisya berdenyut-denyut. Gadis alim yang berjilbab besar itu sedang terangsang hebat. Untung Markus tak menyentuh selangkangan Aisya. "jangan too... kuusss...!" ucap Aisya sambil kedua tangan Aisya dengan lemah berusaha melepaskan kedua tangan Markus dari dada Aisya. Walaupun sebenarnya gadis alim itu mulai menikmatinya, namun harga dirinya mengatakan tidak. Tiba2 gadis alim itu merasakan sebuah bibir mencium kupingnya dari luar jilbab merah yang ia kenakan. Mata Aisya melirik ke arah wajah tersebut dan terlihat sekilas wajah Anto. Sesaat Aisya terdiam kembali. Nikmat di dalam darah gadis alim itu mengalir kembali. Bibir Anto kemudian melumat daun telinga sang gadis alim yang sedang dilanda gejolak birahi itu dari luar jilbab merahnya. Aisya rasakan nikmat dan lembut mulut Anto dan membuat Aisya tidak dapat mengelak dan menolak. "Ehhhmmmhhh...." hanya itu yang bisa Aisya desahkan. Dagu Aisya terangkat tinggi. Gadis berjilbab lebar itu merasakan putingnya mengeras dan menegang menjadi sensitif. Aisya rasakan ngilu dan nikmat di putingnya.

Tampaknya Markus tak mau kalah. Segera tangannya kembali meremas-remas dada Aisya. Perlahan mulut Markus mendekat dan melumat bibir gadis alim itu. Lidahnya menjilati semua yang ada di mulut Aisya. Aisya hanya bisa terdiam tak bergerak, Aisya rasakan pikiran Aisya melayang jauh. Birahi gadis alim itu mengalir di dalam darahnya. Tubuh Aisya semakin sensitif dan haus akan sentuhan. Terlintas di pikiran Aisya berharap mendapatkan yang lebih lagi. Gadis alim berjilbab itu merasakan buaian tangan Anto di pahanya sehingga membuat daerah sensitif di selangkangan Aisya semakin menjadi. Aisya rasakan rok Aisya perlahan diangkat Anto. Tangan Anto dengan lembut mengelus-elus paha putih montok gadis alim berjilbab itu dari daerah paha luar, dalam dan sampai di belahan selangkangan Aisya. Tubuh Aisya bergetar hebat, dan menggelinjang. Tak beberapa lama, diiringi rangsangan2 Anto dan Markus, Tubuh Aisya menghentak2 hebat selama beberapa detik dan langsung lunglai. Desahan panjang keluar dari mulut Aisya. Gadis alim yang berjlbab dan selalu santun itu mendapat orgasmenya yang pertama kali dalam hidupnya. Kedua pemerkosanya tersenyum karena melihat sang korban sudah jatuh ketangan mereka.

Beberapa saat kemudia Anto menghentikan kegiatannya dan berdiri, begitu juga Markus. "jangan disini to, ntar ada yang liat. Kita bawa ke tangga yang pernah kita pake buat ngerjain Silvi aja." Kata Markus. Ternyata, Markus dan Anto juga pernah melakukan hal yang sedang mereka lakukan pada Aisya pada Silvi, seorang gadis lugu yang juga berjilbab besar teman Aisya. Segera mereka berdua menuntun Aisya yang sudah lunglai tak berdaya keluar dari ruang BEM, menuju tangga. Tangga itu sudah tak pernah dipakai, karena penerangan yang minim juga lantai dan temboknya yang rusak. Biasanya para mahasiswa memakai tangga besar di sayap utara gedung atau lift yang ada ditengah gedung. Tangga ini tak pernah dipakai disiang hari, apalagi di malam hari. Mereka bertiga segera menuruni tangga dan berhenti diantara lantai tiga dan dua, dimana ada bagian datar yang besar.

Selesai turun tangga ternyata Markus langsung memeluk Aisya. Kedua tangannya menggerayangi buah dada Aisya. Gadis alim itu merasakan putingnya menegang ngilu yang nikmat. Birahi mengalir dalam darahnya membuat ia semakin terangsang. Kemudian mereka bertiga duduk dilantai, dengan Anto dikiri dan Markus dikanan Aisya. Dan tak lama kemudian tubuh Aisya kali ini dirangkul oleh Anto. Tangannya mengelus dan meraba paha Aisya , kemudian perlahan menyusup di rok gadis berjilbab itu. Tak lama kemudian celana dalam gadis alim itu yang membentuk belahan kemaluannya terlihat jelas, telah basah oleh cairan orgasmenya. Tangan Anto bergerak dari bagian paha luar, dalam, dan selangkangan Aisya. Terasa bibir memek gadis berjilbab itu berdenyut dan sensitif. Rintihan gadis itu kembali terdengar. Jelas sekali sang gadis alim yang cantik itu sedang terangsang.

"Aisya... Paha kamu mulus... putih... Kulit kamu lembut...," sahut Anto dengan kedua tangan yang menikmati tubuh Aisya. Sesaat kemudian gadis alim itu merasakan tangan Markus mendekap salah satu buah dadanya yang sedang terangsang. Sesaat nafasnya tertahan. Ia merasakan nikmat di dadanya. Puting Aisya sedang dialiri darah birahi. Perlahan dagu Aisya terangkat tinggi. Nafas gadis alim itu memburu.

Tampaknya Markus dan Anto tahu bila gadis cantik berjilbab besar itu sudah terangsang hebat. Tanpa basa basi lagi mereka melakukan permainan selanjutnya. Perlahan tangan Markus yang mendekap dada Aisya turun dan menyusup kedalam kemeja longgar yang dikenakan Aisya. Gadis berjilbab yang cantik itu merasakan tangan Markus menyentuh Kulit perutnya yang mulus dan menyusup sampai mendekap dada montok mulusnya yang tertutup BH dan kemudian meremas-remasnya. Dagu Aisya terangkat tinggi. Matanya yang sayu menatap bohlam 5 watt yang membuat tempat itu etrlihat temaram. Kemudian bibir Markus Aisya rasakan mengecup dan mencuimi leher Aisya yang masih tertutup jilbab. Mata Aisya terpejam. Gadis alim berjilbab besar itu menggigit lembut bibir bawahnya, berusaha menahan gejolak nikmat birahi yang seharusnya terlarang baginya.

"Oouuuhhhh.." dengan pelan desahan itu keluar dari mulut Aisya. Semakin gadis berjilbab itu keluarkan suara dari mulut maka semakin mereka menjadi. Aisya rasakan tali BH- Aisya terlepas dan BH-nya mengendor. Entah siapa yang melakukannya. Gadis berjilbab itu merasakan tangan Markus mendekap dadanya secara langsung. "mmhhhh...," Aisya rasakan. Dada Aisya diremas-remas lagi dan kemudian kedua puting Aisya dimainkan oleh Markus. Nikmat yang membuat gadis berjilbab itu terasa melayang2 diudara.

Perlahan kemeja Aisya dibuka dan kemudian BHnya. Udara pun menyentuh puting Aisya langsung dan merangsang tubuh Aisya. Celana dalam Aisya dibuka Anto. Kaos dan BH-Aisya dilepas Markus. Rok Aisya tidak ketinggalan. Baju muslim yang menyelimuti tubuh putih montok sang dara alim berjilbab itu berserakan disekeliling mereka.

Akhirnya tiada sehelai kainpun di tubuh gadis berjilbab itu, kecuali jilbab besar yang ujung2nya disampirkan ke pundak Aisya, kaos kaki putih selutut dan sepatu yang masih terpakai. Ternyata jilbab dang sepatu serta kaos kaki itu memberi sensasi tersendiri pada gairah seks Markus dan Anto. Aisya, gadis alim itu kini hanya bisa mendesah2 pasrah menerima rangsangan dari kedua pemerkosanya, seorang preman kampus dari daerah timur Indonesia dan seorang yang disukainya.

Perlahan tangan Anto membuat kaki Aisya mengangkang lebar. Rasanya buaian angin merangsang paha dalam dan daerah kemaluan gadis berjilbab itu. Tiba2 gadis alim itu merasakan bibir Anto menyentuh dan mengecup bibir memeknya. Dagu Aisya terus terangkat tinggi dan dada Aisya reflek membusung seakan menyodorkan diri. Mata gadis berjilbab itu terpejam erat. Gadis alim itu merasakan seperti ada setrum yang mengalir dari bibir memek ke seluruh tubuh.

"Oouuhhhh..." dengan panjang Aisya ucapkan. Aisya rasakan tangan Markus meremas dada Aisya dan memainkan puting Aisya. Ah, dua titik sensitif Aisya terangsang. Dengan reflek dada montok gadis berjilbab itu membusung sesampai-sampainya. Tampaknya Markus tidak diam melihat Aisya begini. Segera ia menghisap salah satu puting Aisya. Sekarang ketiga titik sensitif Aisya terangsang. Gadis berjilbab itu merasakan jari-jari Anto perlahan masuk ke liang memeknya. Lalu keluar lagi dan akhirnya keluar masuk dengan cepat dan serakah. Awalnya Aisya memekik karena merasakan sakit yang sangat, namun sejenak kemudian Aisya rasakan kenikmatan yang sangat, yang membuat birahi Aisya melayang dan terangsang membuat Aisya pasrah dan menikmati cara mereka yang sedang menikmati tubuh putih mulusnya. Gadis alim itu mearasakan kemaluannya basah kuyub. Terlihat banyak cairan cinta keluar dari memek sang gadis alim itu, bersama darah keperawanannya. Anusnya juga terkena air yang mengalir. Tampaknya Anto mengetahui hal ini. Perlahan salah satu jarinya masuk ke anus gadis berjilbab itu. Semakin lama anus gadis berjilbab itu licin dan jari Anto dapat keluar masuk mudah. Akhirnya jari-jari Anto keluar masuk dikedua liang tubuh Aisya. Jilbab yang masih ia kenakan basah kuyub oleh keringat. Bibir Anto menikmati daerah pinggang dan perut Aisya. Seperti listrik mengalir dalam darah gadis alim itu dan juga daerah daerah tubuhnya yang mereka sentuh. Tak beberapa lama gadis alim itu kembali meraih orgasmenya yang kedua, lalu ketiga. Tubuh montoknya yang putih terlonjak2 menahan birahi yang meledak2 dalam tubuhnya. Mulutnya memekik-mekik keras dan erotis. Sang gadis alim berjilbab, dara di kampus itu telah dikuasai oleh seks dan birahi.

Akhirnya Aisya terbaring lemas saat ia lihat Anto melepaskan celananya. Aisya lihat kontolnya terhunus dan ia tujukan ke liang memek Aisya. Gadis alim itu merasakan sentuhan milik Anto di bibir memeknya. Perlahan-lahan masuk. Dagu dan dada gadis berjilbab besar itu terangkat tinggi, merasakan benda hangat, besar dan keras itu masuk menyeruak memenuhi liang memeknya. "Auuughhh!!!!" Aisya memekik keras sambil akhirnya milik Anto menancap dalam di liang memek Aisya. Kemudian ia keluar-masukkan. Gadis berjilbab itu merasakan gesekan milik Anto keluar masuk. Nikmat rasanya sampai-sampai anus gadis alim itu berdenyut-denyut. Mata Aisya setengah terpejam dan kadang-kadang tubuh Aisya ikut bergoyang karena tak tahan merasakan nikmat. Mulutnya mendesah dan merintih penuh kenikmatan. Gadis berjilbab itu sudah terbuai sepenuhnya oleh kenikmatan terlarang. Sekilas terlihat Markus melepaskan celananya. Gadis berjilbab itu melihat milik Markus yang lalu oleh Markus langsung ditempelkan ke mulut Aisya. Perlahan kontolnya dimasukkan ke dalam mulut Aisya, dan langsung disodok2kan keluar masuk. Saking bersemangatnya Markus, sampai sering gadis berjilbab itu tersedak2 oleh kontol Markus yang hitam dan besar.


Beberapa saat kemudian Anto memutar posisi Aisya jadi mengungging. Dengan begini Markus dapat dengan mudah memperkosa mulut gadis alim itu dengan kontolnya hitam besarnya yang terhunus. Perlahan Aisya rasakan kenikmatan yang berbeda. Milik Anto perlahan ia cabut dari liang memek gadis alim itu dan kemudian Anto hunuskan ke anusnya yang terasa berdenyut-denyut nikmat. Perlahan ia masukkan ke anus Aisya yang sudah terangsang, basah dan longgar karena jemarinya. Tidak bisa masuks ecara cepat karena besarnya kontol Anto dan sempitnya anus Aisya, namun akhirnya tertancap dalam juga dan segera Anto mengeluar masukkan dengan pelan. Aisya memekik2mekik antara sakit dan nikmat. Karena sudah licin maka ia keluar-masukkan dengan cepat dan akhirnya menyembur cairan di liang anus Aisya, berbarengan dengan gadis berjilbab itu mencapai orgasmenya yang ketiga, juga dengan melonjak2. Lantai dibawah mereka semakin becek oleh permainan mereka bertiga.

"Ouuhh..." Aisya ucapkan sambil menikmati semburan yang Anto keluarkan. Setelah itu Anto mendiamkan kontolnya diam tertancap. Sesaat kemudian ia mainkan lagi. Anus Aisya sangat licin karena cairannya. Kadang ia keluarkan dulu dan kemudian dia tancapkan lagi. Tampaknya ia sengaja. Karena pada setiap tancapan, gadis berjilbab itu mendesah karena merasakan nikmat.

Beberapa saat kemudian Aisya rasakan banyak cairan yang menyembur dari milik Markus memenuhi mulutnya. Markus segera mencengkeram kepala Aisya yag masih terbalut jilbab sembari membentak sang gadis berjilbab itu untuk menelan semua spermanya. Aisya dengan susah paya menelan cairan sperma itu, namun karena saking banyaknya, cairan sperma Markus meluber sampai keluar dan membasahi dagu sampai ke jilbab Aisya, bahkan menetes ke lantai. Setelah habis, Markus melepaskan kontolnya dari mulut Aisya, dan gadis berjilbab itu langsung terbatuk dan muntah2. Markus dan Anto tertawa melihatnya. Anto kemudian menarik pundak Aisya. Sehingga ia dapat memeluk Aisya dari belakang. Tangannya meraba-raba dada Aisya.


Gadis berjilbab itu merasakan Anto berdiri dan Aisya tergantung di kontolnya yang menancap. Dari depan Aisya lihat Markus ikut berdiri dan menghampiri Aisya lagilalu langsung menancapkan kontolnya ke liang memek Aisya. Gadis berjilbab itu merasakan kenikmatan tiada tara, merasakan kedua liangnya mereka penuhi dengan kontol besar hitam mereka. Dan akhirnya setelah genjotan demi genjotan, mereka sama-sama sampai puncak dan puas. Aisya terbarih lemas dilantai, saat kedua pemerkosanya membenahi pakaian mereka.

Tak lama mereka segera membawa Aisya naik kembali ke lantai tiga, lalu membawanya ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang basah kuyup oleh cairan cinta. Didalam kamar mandi kembali Aisya digilir oleh mereka. Diantara genjotan2 yang gadis alim itu rasakan, ia tahu itu bukanlah terakhir ia diperkosa oleh kedua laki2 itu, namun ia sudah tak bisa berbuat apa2, dan hanya bisa pasrah, bahkan terhanyut dalam kenikmatan terlarang itu. Kembali cairan orgasmenya menyemprot-nyemprot keluar ketikagadis alim yang cantik dan berjilbab lebar itu orgasme untuk yang kesekian kalinya.