Saturday, 28 August 2010

Isteri Disetubuhi Orang Lain

Aku bekerja sebagai pemgarah projek kebudayaan untuk suatu jabatan. Suatu hari aku mendapat satu undangan menghadiri majlis keraian malam disebuah kampung. Bersama sama isteriku, Shidah, kami bertolak menuju kampung tersebut.

Setibanya dikampung berkenaan, kami disambut oleh ketua kampung bernama Pak Adi. Orangnya berumur sekitar 60 an. Berkulit gelap dan berbadan tegap. Gaya cakapnya persis orang mempunyai banyak pengalaman.

Malam itu, Isteriku bersanggul dan memakai kain kebaya dan kain sarung. Dibalik kebayanya yang tembus pandang terlihat coli hitam sehingga puting susu istriku tersembul di balik kebaya hitam yang tembus pandang dan leher kebaya itu begitu rendah sehingga belahan payudara istriku amat jelas kelihatan. Kain sarung yang dipakai istriku benar-benar ketat memperlihatkan pantat tembam isteriku.

Semasa majlis berlangsung, aku melihat saat serombongan lelaki tua datang berjumlah 3
orang. Saat ke tiga orang itu datang, terlihat mereka sangat dihormati oleh penduduk kampung berkenaan. Pak Adi memperkenalkan salah seorang mereka adalah Ketua Itol.

Pak Adi memberitahu sesuatu kepada lelaki itu dan lelaki tua itu pun menatapku,
dan dengan tanpa ragu orang tua itu mendekat ke isteriku yang sedang duduk disebelahku. Dan tangan kanannya tanpa ragu langsung memicit puting susu Shidah yang tampak menonjol dibalik kebaya tembus pandang itu dan istriku langsung mendesis.

Begitu pula, lelaki berikutnya ada yang memicit dan mengentel puting susu
istriku, bahkan meramas ramas buah dada isteriku tanpa rasa takut, maupun
malu.

Perasaanku pun semakin tak keruan, saat waktu makan dimana ke tiga orang itu
diminta di bilik khas untuk menikmati hidangan dan istriku pula diminta yang
melayani mereka.

Kulihat lelaki tua yang pertama memicit puting susu istriku, saat itu dengan beraninya menjamah buah dada kanan istriku saat istriku mengambilkan air minum untuknya saat mereka selesai makan. Lelaki tua itu memegang tangan isteriku dan mendudukkan istriku dipangkuannya. Mulut lelaki tua itu meniup tengkuk isteriku dan hanya dengan tiga tiupan tampak isteriku lunglai dan selanjutnya lelaki tua itupun meramas ramas kedua buah dada isteriku yanng masih terbungkus coli dan kebayanya dari belakang.

“Pakcikk, jangaan ….’rintih istriku, tetapi lelaki tua itu tak perduli oleh rintihan istriku dan kini meminta istriku untuk menurunkan colinya perlahan lahan.

“Cepat, turunkan,” perintahnya.

“Jangan, paakcikk,”isteriku menghiba, tapi kedua tangan istriku tetap menurunkan colinya sehingga kedua puting susu nya secara langsung tergesek oleh colinya hingga aerola istriku bagian atas nampak.

“Tarik ke atas lagi …..”perintahnya dan istriku menarik ke atas colinya dan kulihat isteriku mulai bernafsu saat untuk kedua kalinya colinya menggesek kedua puting susunya dan hingga bulatan buah dada isteriku bagian bawah tampak.

Dan lelaki tua itu sekali lagi memerintahkan istriku yang mulai meradang dan mendesis lemah itu.

“Cepat, turunkan lagi, ditarik, henti! ditarik, henti,”perintahnya

“Ecch, ecch, eech, eech,”kedengaran isteriku mendesis desis saat puting susu seperti tersentak sentak digesek oleh colinya.

Nampak olehku kedua puting susu istriku sudah mencuat menegang keras menandakan nafsu istriku sudah naik. Kerana tarikan terakhirnya agak keras maka secara bersamaan kedua puting susu isteriku langsung tersingkap dari colinya.

“Aku suka ini..”kata lelaki tua itu dan kedua tangan keriputnya langsung memicit kedua puting susu istriku yang langsung mengerang.

“Paakcikk ….jangaaa eeenngngngccchhh ….”isteriku mengerang saat jari jari
tangan keriput it menarik kedua puting susu istriku

“Ampuuun pakcikk …”jerit istriku saat lelaki tua itu mengentel keras puting
susu istriku sambil menariknya.

Lelaki tua itu, dengan tanpa kasihan menarik keatas kedua puting susu
istriku yang mengerang kesakitan sehingga kedua tangan istriku memegang
kedua buah dada sendiri, sambil ikut berdiri.

“Ampuuun paakcikk saaaakiiiitt……”erang istriku

Tangan kanan lelaki tua itupun menarik ke bawah sehingga tubuh isteriku pun
mengikuti arah tarikan lelaki tua pada puting susu istriku dan akhirnya
lelaki tua itu menarik puting susu istriku hingga tubuh istriku menelungkup di meja makan. Lelaki tua itu bahkan menarik puting susu isteriku hingga kedua kaki isteriku berjinjit.

“Ampuuun pakcikk ampuuun saaakiiiit eeccchhh …suddaaah ..”isteriku
merintih rintih kesakitan,

Tetapi lelaki tua terus menarik puting susu istriku sehingga tubuh istriku tertelungkup di meja makan itu dan kaki kiri istriku akhirnya terangkat dan kain sarung istriku tersingkap.

Kerana tarikan kaki kirinya dan paha padat istriku tersingkap, secara
langsung lelaki tua menyusupkankan tangan kirinya ke paha istriku

“Paakcikk jangaaaaan …”rintih istriku saat tangan kiri lelaki tua mengelus paha
padat istriku dan terus menyusup ke kain panjang istriku yang terbuka
menuju selangkangan istriku.

“Paaaakcikk sudaaheeecccchh ……”isteriku mendesis saat lelaki tua menggosok-ngosok kelangkang isteriku.

“Paakcik …. ampuuun eecch eeccch …”isteriku merintih kembali dan rupanya istriku telah mengeluarkan lendir di bibir pantatnya saat lelaki tua itu menggosok-ngosok kelangkang isteriku mngeluarkan bunyi kecepak “cek cek cek”

Dan kedua kaki istriku semakin melebar seakan memberi ruang tangan
kiri lelaki tua yang terus semakin ganas menggosok-ngosok kelangkang isteriku.

“Din … To …Angkat perempuan ini..”kata lelaki tua itu kepada dua temannya
yang sudah berada di sebelah kiri dan kanan istriku dan mereka berdua
mengangkat tubuh isteriku ke atas meja makan di depan ketua mereka seolah
menghidangkan makanan buat ketua mereka.

Kedua lelaki tua yang dipanggil Din dan To mengangkat tubuh isteriku dengan
kasarnya dan mengangkangkan kedua kaki isteriku dan nampaklah kelangkangan
isteriku yang tak memakai seluar dalam.

“Pakcikk …”isteriku mendesis kembali saat telunjuk lelaki tua mencolek colek
kelangkangan isteriku.

“Paaaak sudd …. eeech …eecch ..”isteriku merintih kembali saat daerah kelentit istriku dicolek colek. Dan Pak To dan Pak Din yang memegangi istriku kini menarik ke atas kedua lutut istriku sehingga kedua kaki Shidah terkangkang lebar memperlihatkan bibir pantat isteriku.

Isteriku mengerang kembali saat jari ibu jari kiri lelaki tua itu menggosok-ngosok kelentit istriku sementara tubuhya dipegangi oleh dua lelaki tua lainnya. Dan pantat tembam isteriku pun bergetar hebat, sedangkan jari-jari tangan kanannya dengan ganasnya menggosok-ngosok bibir pantat isteriku.

“Mmmmpppffffaaaaaaacccchhkkkkk ……”isteriku melenguh dengan kepala isteriku yang bersanggul terdongak ke atas dan bunyi kecepak dari kelangkangan istriku
terdengar amat jelas dari tempatku duduk.

Sementara itu , Pak Din dan Pak To yang tengah memegang tubuh isteriku
juga mulai beraksi dimana Pak Din dan Pak To mulai meramas ramas kedua
buah dada istriku yang terkeluar dari coli nya.

Aku hanya ternganga melihat istriku yang mendesis, mendesah dan mengerang
erang dikerjakan oleh ketiga lelaki tua yang ganas itu. Pak To dan Pak Din kini bukan saja meramas ramas kedua buah dada isteriku tetapi juga mengentel kedua puting susu isteriku yang tak dapat bergerak.

“Sudddaaaah paakckk heeeeggghhhhh ….”istriku mengerang kembali saat Ketua Itol itu membuka lebar bibir pantat isteriku. Kepala isteriku mendongak ke atas saat Ketua Itol menjulurkan lidahnya dan menjilati bibir pantat isteriku yang terbuka lebar.

Ketua Itol menjulurkan lidahnya ke liang pantat isteriku dan erangan keras istriku terdengar kembali saat lidah lelaki tua memenusuk dan menari nari di liang vagina istriku.

“Heeeeghhhh heeeggghhhh .”istriku mendesis desis, kedua telapak kaki
istriku yang masih memakai sandal bertumit tinggi itupun mengejang dan kedua
tangan isteriku tergengam dan kedua bola matanya terbalik. Kepala istriku
mendongak ke atas oleh kenikmatan di liang vagina nya.

Nafas istriku mendengus dengus dan mulutnya meracau tak keruan.Keringat isteriku membasahi kebaya hitam tipis transparan, manakala kedua buah dada montok isteriku naik turun tak teratur tengah diramas ramas Pak To dan Pak Din.

Jari-jari tangan Ketua Itol menggosok-ngosok kembali bibir pantat isteriku. Ibu jari Ketua Itol menggosok-ngosok kembali kelentit isteriku dan lidah Ketua Itol menjilati lubang dubur isteriku yang semakin keras mengerang.

Pak Din dan Pak To menarik kedua lutut isteriku hingga kedua kaki istriku terkangkang lebar sehingga liang pantat dan lubang dubur istriku terbuka lebar. Ketua Itol menjilati keduanya bergantian dan isteriku mengerang tak keruan seolah istriku menangis. Kulihat Ketua Itol membuka kedua bulatan pantat tembam isteriku hingga lubang dubur isteriku semakin terbuka lebar.

Ketua Itol menjulurkan lidahnya kembali dan menusukkan ke lubang dubur isteriku. Isteriku kupun mengerang dan mengejang keras disebabkan oleh tusukan lidah Ketua Itol di lubang dubur nya.

“Paakcikk Shidah taaaak kuaaaat lagiiiiiii eecccch ngngngngngngngng …..”istriku mengejan keras dan pantat bahenol istriku tersentak sentak saat mencapai orgasme pertamanya malam itu

Ketua Itol kemudian berdiri dan membuka dan membuka seluarnya. Rupanya Ketua Itol tak memakai cawat dan batangnya terlihat. Hatikupun berdegup kencang ketika kulihat batang kemaluan Ketua Itol yang panjang dan besar itu dan ujung batangnya yang besar seperti kepala cendawan sudah menegang kaku.

Jari-jari tangan Pak To dan Pak Din membuka lebar bibir pantat isteriku untuk Ketua Itol yang tengah mengarahkan batang kemaluan berkepala cendawan ke bibir pantat istriku yang terbuka lebar. Ketua Itol menggosok-ngosok kepala cendawan batang kemaluan nya di bibir pantat isteriku yang mengelinjang.

“Eccccch bezzzaaaaaaar ….”kudengar istriku mendesis.

“Ampppfffuuuunnn paaaaak … bezzzaaar nghnghnghngh…..aamppppuunn paaaak bezzz hhhheeeeggghhh …”istriku mendesis desis. Kulihat bibir vagina istriku menggelembung besar menerima kepala cendawan Ketua Itol. Kedua tangan istriku mencengkam erat pinggir makan itu apabila merasakan liang pantatnya disumbat oleh batang berkepala besar itu.

“Ammpfffuuun pakcikk …….”istriku mengerang kembali

“Panggil aku Tok Ketua, pelacur … Siapa namamu, pelacur” Ketua Itol
mengatakan istriku pelacur.

“Ampuuun Tookk ….. saya Shiddahh …. sudaaah tookkk …saya
saakiiit ….”erang istriku. Dan batangbesarnya bergoyang maju undur perlahan dan hanya tiga gesekkan
perlahan.

“Ecccccch saayaaa oooccch …. keluaaaar …..”rintih istriku. Pantat tembam istriku tersentak sentak saat orgasme kedua nya tercapai. Ketua Itol terus menggoyang batangnya dan “Uuucccch toookkkkkk……. ngngngng …”pantat tembam istriku tersentak sentak kembali saat orgasme ketiganya.

“suddaaaaah tokkkkk …….”istriku mengerang kembali oleh gosokkan
batang kemaluan Ketua Itol di liang vagina istriku

“Ngngngngngngngng ………”istriku mengerang keras saat orgasme keempatnya meledak dan tubuh istriku lunglai dan pantatnya tersentak sentak kembali.

“Sudah tokkk….”rintih istriku

“Belum, Shidah, tubuhmu sudah ku beli malam ini he he …” kata Juragan Diran. Akupun tergamam, tapi Pak Adi langsung memegang tanganku dan menenangkanku.

“Adi sudah terima wangnya he he …. kau milik ku malam ini Shidah he he… kau pelacurku malam ini …..”kata Ketua Itol terkekeh kekeh.

“saya suka tok panggil saya pelacur”, kata istriku manja dan aku semakin bungkam saat istriku memeluk mesra tubuh Ketua Itol. “heh kenapa, Shidah?”tanyanya

“Tak tahu tok, aku rasanya ingin jadi pelacur tok, ingin jadi sundal ,saya sangat terangsang ” kata istriku.

“Shidah mau minum air mani tok ..”kata istriku . “Cepat masukan batang tok …”kata istriku seperti pelacur. “panggil Shidah seperti tadi… Shidah pelacurmu!”istriku menjerit. Ketua Itol terus langsung menghenjut batang kemaluan yang besarnya ke liang pantat istriku.

“panggil Shidah seperti tadi tok “rintih istriku

“Pelacur Shidah … pelacurku Shidahhhh eeeccch eeccchhh eeeech …. “

tiga kali henjotan dan dilepasnya batang kemaluan yang berkepala cendawan hingga “Plok”. Saat kepala kepala batangnya lepas dari liang pantat istriku, istriku pun dengan
segera turun dari meja makan.

Istriku langsung mengulum dan menghisap batang kemaluan Ketua Itol dan kulihat air mani Ketua itol memancut keras. Isteriku terus menelan air mani Ketua itol. Istriku benar benar membersihkan sisa air mani yang tersisa di batang kemaluan Ketua itol.

Majlis itu tamat pada waktu malam. Untuk pulang semula ke ibu kota, adalah terlalu lewat. Maka kamipun menumpang dirumah Pak Adi ketua kampung berkenaan. Rumah Pak Adi agak jauh dari rumah penduduk lain. Dikelilingi oleh dusun buah buahan. Pak Adi tinggal sendirian setelah kematian isterinya 5 tahun lalu.

Setelah makan malam, aku bersama isteriku masuk ke bilik yang disediakan. Baru beberapa minit masuk kedalam bilik tersebut, secara tiba tiba aku merasakan seolah olah terpukau lagi. Terasa seolah di dunia lain walaupun aku masih sedar.

Tiba tiba pintu bilikku diketuk. Pak Adi terjonggol dimuka pintu sambil tersenyum. Seolah terpukau, aku membenarkan Pak Adi masuk kedalam bilik. Dan tanpa diduga, Pka Adi mengarahkan aku duduk dikerusi dan memerhatikan sahaja apa yang akan berlaku.

Tanpa membantah, aku hanya menurut kemahuannya. Pak Adi kemudiannya mendekati isteriku. Isteriku juga seolah terpukau tanpa berkata apa apa. Secara bersahaja Pak Adi memegang buah dada Shidah dihadapanku.

Aku hanya melihat perbuatan cabulnya tanpa apa apa rasa marah. Tangan kasar Pak Adi terus meraba dan meramas buah dada Shidah dengan rakus. Isteriku juga tidak mebantah malah seolah merelakn perbuatan orang tua kutuk berkenaan.

“ahhhhh pakcik ahh hummm” Isteriku hanya mengeluh kesah tanpa marah.

Dengus nafas istriku terengah engah dan keringatnya membasahi kebaya
transparan hitamnya sehingga bulatan kedua payudara dan kedua puting susu
istriku tampak karena kebaya transparannya yang basah lengket ke tubuh
istriku.

“Ennnaacccch juraaagaaaaan ammmpfffuuuuun eeeccch aaaeeccch akuuuu
keluaaar ngngngngngng ….”istriku mengerang erang tak karuan dan mengejan
keras saat mencapai orgasme pertamanya.

Istriku duduk bersimpuh di antara kedua kaki Pak Adi lalu Pak Adi membuka seluarnya dan dikeluarkannya batang kemaluan yang panjang dan besar.

“Hisap batangku sayang…”kata Pak Adi sambil menyorongkan kepala batang kemaluan kemulut isteriku. Isteriku yang lunglaipun hanya dapat membuka mulutnya saat Pak Adi memasukkan kepala batang kemaluannya ke mulut istriku.

“Bbbeebbb …..”suara yang keluar dari mulut istriku saat batang kemaluan Pak Adi menerobos masuk mulut isteriku. Pak Adi terus memasukkan batang kemaluan nya semakin dalam ke mulut isteriku. Kedua tangan Pak Adi memegang kepala isteriku yang lunglai dan mulailah batang kemaluannya keluar masuk mulut istriku yang tergagap
gagap karena besarnya batang kemaluan Pak Adi.

“Bbbbbhh bbbbbebebbbb …..”suara dari mulut isteriku semakin keras kerana mulut istriku disumbat oleh batang kemaluan yang besar.

“Shidah…ahhhh Shidahh oooocch …”Pak Adi mengejang keras dan kulihat mulut isteriku menggelembung sebentar.

“glek glek” kudengar isteriku tengah menelan air mani Juragan Diran yang terus
menyemprot ke mulut istriku. Batang Pak Adi tersentak sentak lebih kurang 5 kali dan dengan lahapnya isteriku terus telan air maninya an tanpa sisa ataupun keluar dari mulutnya.

Pak Adi menarik keluar batang kemaluannya dari mulut isteriku dan anehnya
batang kemaluan Pak Adi masih tetap menegang keras. Tangan Pak Adi meraih kedua lengan istriku sehingga isteriku duduk di pangkuannya. Pak Adi terus meramas ramas kedua buah dada isteriku.

“Pakkcikkk ….’desis istriku dan tangan kiri Pak Adi meramas ramas
buah dada kiri isteriku sambil memeluk isteriku sedangkan tangan kanan
Pak Adi menyusup ke kain panjang istriku menuju kelangkang isteriku.

“Pakkcikk … “istriku mendesis kembali saat tangan kanan Pak Adi mulai menggosok-ngosok kelangkang isteriku dan istriku merenggangkan kedua kakinya memberi tempat tangan kanan Pak Adi menggosok-ngosok kelangkang istriku sehingga kain panjang istriku tersingkap memperlihatkan kedua paha padat dan kelangkang berbulu tebal.

“Aku suka bulu lebatmu, Shidah..”bisik Pak Adi sambil mengorek ngorek bibir pantat istriku yang semakin mendesah desah keenakkan dan bunyi “cek cek” di kelangkang isteriku mulai kedengaran menandakan lendir pantat isteriku mulai keluar dan yang pasti nafsu isteriku mulai meningkat.

“Pakccikkk eecch eeccch maaas ooccch jarimuuu besaaaar …eecch …”istriku mengerang saat Pak Adi memasukkan jari jari-jari tangan nya ke dalam liang pantatnya.

“Eccch enaacckkk kelentiiitku digosok gosok …..”istriku semakin meracau seperti biasanya kala istriku merasakan kenikmatan yang amat sangat dimana liang pantat dikorek korek dan dikocok kocok oleh jari-jari tangan Pak Adir sementara kelentit istriku digosok gosok oleh ibu jari Pak Adi.

“Cepaaat pakkcikkk … cepaaaaat … Shiidahhh taaakkkkk taahaaaan ……ngngngngngng ” istriku mengerang keras dan pantat tembamnya tersentak sentak saat mengalami orgasme keduanya malam itu.

Kedua tangan istriku memeluk erat Pak Adi lalu menggosok-ngosok buah dada kanannya ke wajah keriput Pak Adi.Pak Adi terus menggigit kebaya transparan istriku hingga buah dada kanan isteriku terkeluar dan langsung dilahap olehnya. Isteriku merintih kembali saat Pak Adi menyedot nyedot buah dada isteriku.

“Pakkkkcikkk …….”isteriku mendesah dan pelukan isteriku semakin erat dan menekankan buah dada kanannya ke mulut orang tua tersebut.

“Sudaaaaah Juragan Diran akuuu lemaaas ooocccch kenaapaaaa akuuu teruusss
ooocccchhh akuuu oooccch keluaaaaaar eeeecccch ……….”istriku mengerang saat
orgasme

Pak Adi meletakkan tubuh istriku yang lunglai di ranjang, sedangkan kedua kaki istriku terjuntai di lantai. dan Pak Adi mengangkat kedua kaki istriku dan terkangkanglah kedua kaki istriku.

Pak Adi memegang kedua lutut istriku dan mulutnya langsung menuju kelangkang istriku yang sudah basah kuyup.

“Suudaah pakkcikk eeccchhh …..”rintih istriku dan kembali bunyi “srep srep” terdengar saat Pak Adi menyedot nyedot bibir pantat isteriku dan kudengar isteriku mengerang kembali.

“Pakkkcikkkk oooccchhh Shhiiidahhh lemaaass pakkcikkk ….suddd
eeecchhhh Shhhiidah ttakkk kuaat …”isteriku mengerang keenakan oleh jilatan
Pak Adi. Dengus nafas istriku semakin cepat dan kedua buah dada istriku naik turun
dan terus ditangkap oleh kedua tangan keriput sambil diramas ramas.

Pak Adi seterusnya mula memegang batangnya yang besar. Akupun menjadi ngeri melihat saiz batang Pak Adi yang begitu besar. Malah urat urat kelihatan menonjol disekeliling batangnya.

Istriku mengelinjang lemah ketika hujung batang Pak Adi digesek-gesekkan
ke bibir pantat isteriku dan kemudian ke kelintiknya dan akhirnya hujung
batang Pak Adi ditempel kan ke liang pantat istriku yang menganga lebar
itu.

“heeeggh oooh …” Pak Adi pun menekan batangnya masuk ke dalam pantat isteriku.

“ooh oooooh pakkkcikkk bibir rahimku sakittttttttoooohh ooooh pakkkcikkk ennaaak terrus terruuus terusss ahhhhh hegh terus mbaah ooooh oooooh ahhhhh Shhiidahhhh ooohhhkeluaaaaaaarrrr oooohh ……aiiiiiiiiiihhhhhh” Isteriku terus berjerit jerit apabila batang Pak Adi menujah masuk sedalam dalamnya.

Pak Adi terus menghenjut laju. Batangnya yang besar mengakibatkan pantat isteriku semakin kembang. Lendir semakin banyak membasahi kemaluan mereka berdua.

“Buka mulutmu. minum ludahku”

Kulihat pak Adi meludahi mulut istriku dan begitu banyaknya ludah dan
secara rela istriku menelan ludahnya.

“Minum ludahku pelacur cepat terus minum,” kata Pak Adi.. Istriku yang selama ini ku sayang sudah menjadi pelacur.

“Shidah adalah pelacur” istriku mendesah.

“Ahhhhh airku nak keluar Ahhhhhhh!!!” Pak Adi terus berteriak sambil menekan dalam dalam batangnya kedalam pantat isteriku. Mata isteriku terbeliak menerima air mani yang begitu banyak dan deras. Hampir 3 minit lamanya Pak Adi merendam batangnya didalam pantat isteriku.

Aku yang terangsang melihat persetubuhan isteriku bersama lelaki lain. Terus aku keluarklan batang lalu melancap. “ahhhhhhh” aku teriak sebaik air maniku memancut keluar.

Pak Adi tersenyum melihat ku lalu keluar dari bilik. Aku bangkit dari kerusi dan terus tidur disebelah isteriku yang kepenatan melayan nafsu orang tua.

Esoknya isteriku memakai baju kurung bercorak bunga tanpa mengenakan coli. Kelihatan buah dadanya menonjol kelihatan samar samar disebalik pakaiannya.selepas memakai tudung dan bermakeup, kami bersarapan dahulu sebelum bertolak pulang. Setelah bersarapan,aku duduk diruang tamu menunggu isteriku mengemas pingan mangkuk didapur.

Tiba tiba aku mendengar isteriku mengeluh di dapur. Aku tersu bangun dan menuju ke dapur. Setibanya disana, aku lihat isteriku terbaring tertelentang diatas meja dengan kedua kaki terjuntai di lantai. Pak Adi hanya berseluar pendek memeluk tubuh istriku dengan tangan kirinya dan menciumi wajah istriku.

“kau cantik Shidah..”katanya berulang ulang

“Jangan paakcikk…jangaaan….,”rintih istriku berusaha menahan Pak Adi, tapi tangan kanan orang tua itu meramas ramas kedua buah dada montok istriku yang hanya terbalut baju kurungnya.

Kedua tangan istriku terangkat diatas kepalanya terkulai lemah sambil kepalanya bergoyang-goyang ingin melepas ciuman bernafsu pak Paijo di wajahnya.

“Paaaakcikkk”rintih istriku ketika jari-jari keriput pak Adi menarik-narik dan mengentel puting susu isteriku dengan kasarnya berganti ganti.

Tangan istriku yang lunglai tergengam sementara kedua matanya tertutup rapat dan
menggigit bibir merahnya merasakan ganasnya Pak Adi mengentel kedua puting susunya bergantian.

“saakiiit….paaakcikkk….” rintihnya agak keras.

“Nanti akan semakin sakit”kata Pak Adi dan kraak tangannya menarik sehingga koyak baju kurung istriku dan tersembullah buah dada montok istriku dengan kedua putting susunya yang menegang keras.

Kini wajah pak paijo mendekati kedua payudara istriku dan mulut ompongnya
menjelajahi kedua payudara montok istriku. Pak Paijo terus menyedot kedua payudara montok istriku hingga membekas merah hampir di semua permukaan kedua payudara montok istriku.

Rupanya istriku terangsang hebat dengan permainan Pak Adi pada dirinya
kerana kedua putting susunya terlihat mengacung menegang dan tanpa sengaja setelah menjilati permukaan buah dada montok istriku, lidahnya mengentel puting susu istriku yang mengeras dan “seeer …. seeer” keluarlah air susu istriku

Pak Adi terus melahap buah dada istriku dan menyedot nyedot dengan kerasnya sehingga istriku merintih rintih kesakitan bercampur keenakkan, istriku menggigit bibirnya dan menggeleng ngelengkan kepalanya merasakan serangan ganas Pak Adi.
“Sudaaah paaakcikkk ….air susuku haaabiiiiis ….paaakcikkk…ssaaaakit
eehhh…saaakiiiiiiiiitt paaaaaaaakcikkkkkkk….”rintihnya tapi akhirnya “Oooohhhh heeh
heh heh geliiiii paaaaakcikkkkkkk ooooohhh gusiiiiimuuuu ooooohh paaaakkkcikkk
Shiidahhhhhh keluaaaaaar…….” pantat isterikupun tersentak sentak ketika orgasme
pertamanya keluar.

“Oooooohh…..pakkkcikkk heebaaaaaat meraangsaaang Shiiddahhhhhh dariiii putiiiiiiiiiiiing oooooohhhhh Shhiidddaahhhhhhh taaaaaak tahaaaaann….Shiiddaaahhhh keluaaaaaaar…..”Kembali istriku mengelinjang kerana orgasme keduanya pagi itu.

Kini Pak Adi meletakkan tubuh istriku di tengah meja makan dan pantat tembamnya diletakkan ditepi meja, kedua tangan istriku yang lunglai di samping tubuh
istriku dan kedua kakinya dikangkangkan lebar lebar.

Pak Adi mengambil penyepit jemuran pakaian dan “Sakiiiiit…paaaaakciiikkk….”rintih
istriku ketika Pak Adi tanpa rasa kasihan menyepit kelentit istriku
dengan penyepit jemuran. Rintihan istriku semakin keras apabila Pak Adi menarik narik penyepit itu

“Uuuuh..sssaaaakiiiiit..paaaaaaak…ampuuuun…paaaaak…ampuuun…jangan siksa sayaaa ..paaak…”

Rupanya Pak Adi suka menyakiti pasangan bersetubuhnya dan aku semakin tak berdaya melihat tangan Pak Adi membawa kalung manik-manik sebesar ibu jari dan kulihat Pak Adi menekan kedua paha istriku yang terkangkang lebar itu ke perut istriku sehingga lubang dubur istriku terlihat jelas.

“Ampuuun…paaaaakcikkk…”erang istriku ketika manik-manik sebesar ibu itu
dimasukkan satu persatu ke lubang dubur istriku hingga tinggal satu.

“Sekarang bangun Shidah…”perintah Pak Adi. Kulihat istriku dengan susah
payah bangun dari meja.

Isteriku kemudiannya dipapah ketangga luar lalu didukkan diatas tangga. Pak Adi yang
sudah terangsang itupun membuka seluar pendeknya dan keluarlah batang Pak Adi yang panjang hampir 20 cm keras berdiri.

Pak Adi mengangkangkan kaki isteriku diatas tangga lalu mula memasukkan batangnya kedalam pantat.

“Eeehh…paaaaakcikkkkkk……rasanyaaaa kok oooooohhhh….Shiidahhhh keluaaaaaaar….”rintih istriku mencapai orgasme yang entah ke berapa. Tubuh istrikupun
tersentak-sentak dan hal ini dimanfaatkan oleh pak Paijo menghenjut batangnya yang membuat istriku semakin mengerang-erang keenakakan

”oooh pantattt Shiidahhhh gataaaal…paaaakcikkkk….enaaakk…oooooohhhhh….Shiiidahhhh keluaaaaar…..” rintih
istriku. Pak Adi megiringkan tubuh istriku ke kanan dan mengangkat kaki kanan istriku dbahunya dan semakin masuklah batangnya ke dalam liang pantat istriku.

Sambil terus menghenjut batangnya, Pak Adi benar-benar mengocok
batanglnya dengan buas ke dalam liang pantat istriku dan menarik keluar
manik-manik dari duburs istriku satu persatu. Kulihat wajah kuyu istriku
meringis ringis dan mulutnya meracau “Enaak…oohh ..duuuburrrkuuu sakiiiitt
enaaak batangmu paaaakciiikkk…kelentit Shiiidahhh….ooohh Shhiidahhhh keluaaaarr……”Orgasme istriku lagi.

Kulihat istriku mengerutkan wajahnya dan menahan giginya dan bibir merahnya
terkatup merasakan serangan ganas batang Pak Adi.

“Ooooooooooohh pellacurrrkuuuuuuuuu Shhiddahhhh……”

“Iya pakkkcikkkkk… paaaakkkcikkkk…Shhiddahhh pellacurrrmuu…..” erang istriku

“Shhiddahhh……pellacurrruuuuuu…akuuu…metuuuuu….”dan batang Pak Adi terus menhenjut henjut ganas.

“arghhhhhhhh!” memancut mancut air mani Pak Adi masuk kedalam rahim isteriku. Begitu banyak sehingga hampir melimpah keluar. Terbeliak mata isteriku menerima limpahan benih begitu banyak pada pagi itu.

Setelah selesai semuanya kamipun bertolak pulang ke ibu kota membawa kenangan manis yang tak mungkin dilupakan.

No comments: